-Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.!!-
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu, kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A.
Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi.
Walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Namun, plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?
#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai.
Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat didaur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf.
Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
anyyeong...! naneun han yong hee imnida.. bangabseubnida.... :) (halo nama saya nomi kurniasari senang berkenalan dengan anda)
Rabu, 26 Januari 2011
"fakta perubahan iklim dunia"
1. Pertengahan Desember 2008, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat mengalami hujan salju terhebat dalam 30 tahun terakhir. Di kota yang biasanya beriklim panas itu salju tebal tampak menyelimuti sebagian besar daerahnya.
2. Lapisan es di Kutub Utara tampaknya telah mencapai tingkat paling rendahnya sepanjang tahun 2008. Laporan ini disampaikan pertengahan September 2008 oleh US National Snow and Ice Data Center.
3. Pada Juli 2007, hawa panas memberikan dampak lebih dahsyat di Syria tepatnya 350 kilometer utara Damaskus. Sebuah gudang senjata api militer meledak setelah terbakar. Peristiwa ini menyebabkan 15 serdadu tewas dan melukai 50 lainnya.
4. Pada Juli 2007, di Yunani dilaporkan suhu udara menembus angka 45 derajat Celcius. Panas yang berlebihan ini menyebabkan kebakaran di beberapa tempat. Tidak hanya melahap hutan, api juga menghabiskan desa. Begitu hebatnya kebakaran itu, sampai-sampai Perdana Menteri Yunani Costas Karamanlis meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu memadamkan api.
5. Panas yang tinggi 41,9 derajat Celcius juga terjadi di Hungaria, Juli 2007. Panas ini menyebabkan 500 orang meninggal dunia di Hungaria.
6. Di Rumania, Juli 2007, suhu udara mencapai 45 derajat Celcius dan menyebabkan 19 ribu warga Rumania masuk rumah sakit karena kepanasan.
7. Di Bulgaria, suhu udara yang mencapai 45 derajat Celcius, Juli 2007, juga menyebabkan kebakaran hutan.
8. Hujan es disertai angin ribut melanda kawasan Laramie, Wyoming, Amerika Serikat, Juli 2007. Kejadian ini menyebabkan sebagian kota terendam air.
9. Banjir terbesar sejak 60 tahun terakhir terjadi di Inggris, Juli 2007. Banjir ini disebabkan naiknya permukaan air sungai Severn dan Thames Inggris.
10. Di Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia, terjadi banjir bandang, Juli 2007. Kejadian ini disebabkan hujan deras selama seminggu sebelumnya. Padahal di Indonesia, Juli merupakan musim kemarau.
11. Pada tahun 2030 jumlah mobil di seluruh dunia akan bertambah sebanyak 50%
12. Dunia mengkomsumsi 2 barel minyak dari setiap barel yang ditemukan
13. Membutuhkan 125 tahun untuk menghasilkan 1 triliun barel minyak-dunia menghabiskan tiap triliunnya hanya dalam 30 tahun
14. Diperkirakan pada tahun 2025 lagi dunia mengkomsumsi minyak 40% lebih banyak dari hari ini
15. Selama 100 tahun terakhir suhu global bertambah panas rata-rata 0,6°C
16. Diprediksikan suhu global pada tahun 2100 bertambah panas sebesar 5,8°C daripada tahun 1990. Keadaan ini membuat bumi semakin panas seperti 50 tahun tahun yang lalu
17. Permukaan air laut naik tiga kali lipat daripada sebelumnya and akan terus meningkat
18. Para ilmuwan memperkirakan permukaan air laut akan naik 19 inci di tahun 2100, meskipun hal itu bisa saja menjadi 37 inci.
19. Sebagian besar suhu di Amerika Serikat telah meningkat sebesar 4°F
20. Tak satupun dari 48 negara bagian di AS yang tidak mengalami peningkatan temperatur pada tahun 2002
21. Sejak dimulai revolusi industri, karbondioksida (gas rumah kaca yang berhubungan dengan perubahan iklim) di atmosfer bertambah 31%.
22. Penyakit seperti malaria diprediksikan tersebar ketika suhu dunia meningkat, dalam kaitan dengan penyebab penyakit malaria yang akan tersebar ke area yang lebih luas.
23. Perhatian saat ini tertuju pada lembaran es di barat Antartika, karena jika roboh/mencair akan meningkatkan permukaan air laut sebanyak 16-20 kaki, walaupun kecil kemungkinan peristiwa tersebut terjadi sebelum tahun 2100.
24. Disamping disebabkan oleh gunung meletus yang memancarkan karbondioksida (CO2), namun juga disebabkan oleh aktivitas manusia yang menambahkan 7 milliar ton karbondioksida ke dalam atmosfer tiap tahunnya.
25. Penemuan energi baru sebagian besar berada di tempat yang sumber energi tersebut sulit untuk digali baik dari segi fisik, teknis, ekonomi, maupun aspek politik.
26. Produksi minyak mengalami penurunan di 33 negara dari 44 negara penghasil minyak terbanyak. Namun permintaan energi mengalami peningkatan di negara-negara yang perekonomiannya sedang tumbuh dan berkembang.
27. Gas dan minyak bumi yang tersedia saat ini mencukupi lebih dari setengah kebutuhan energi dunia. Sedangkan menurut badan energi internasional, pemakaian batubara (yang menghasilkan gas CO2) sebagai sumber energi utama di abad 21 akan terus berlanjut kecuali semuanya itu diganti
28. Badan energi internasional memperkirakan bahwa diperlukan investasi sebesar 16 trilliun dollar dalam 3 dekade untuk memelihara dan memperluas sumber energi
29. Separuh dari kebutuhan minyak dunia terdapat hanya di lima negara.
30. Pertanian dan keanekaragaman hayati akan terkena dampak dari pemanasan global. 10 % dari seluruh jenis tanaman yang ada akan terancam musnah.
31. Usaha mencari sumber energi alternative untuk kendaraan tidak hanya dilakukan perusahaan otomotif. Perusahaan pembuat kapal di Jerman berusaha mengembangkan kapal kargo yang digerakkan tenaga layang-layang raksasa berteknologi tinggi. Uji coba ini berhasil dilakukan pada 5 Desember 2006.
32. Pada tahun 1995, daerah gletser atau salju abadi di Puncak Carstensz Papua telah berkurang sebanyak 70 persen dalam kurun waktu setengah abad. Salju abadi di pegunungan ini adalah satu-satunya yang terdapat di Indonesia yang beriklim tropis.
33. Sebagian wilayah Amerika Serikat mengalami hari paling panas selama seratus tahun terakhir. Salah satu daerah yang mengalami panas menyengat itu adalah Los Angeles. Pada 7 Nopember 2006 suhu udara di wilayah itu mencapai 35 derajat celcius. Begitu panasnya, langit di Hollywood Barat terlihat membara saat matahari terbenam kemarin.
34. Cincin merah di lereng Gunung Lawu, 50 Liter minyak solar untuk tiap 1.5 Ha areal pertanian, sistem irigasi yang tidak berfungsi, air semakin meresap jauh ke dalam tanah, biaya bercocok tanam tidak sebanding dengan hasil panen, pertama dalam sejarah desa sumur penduduk kering dan harus digali lebih dalam lagi dan kekeringan terparah dalam 10 tahun terakhir sudah di depan mata.
2. Lapisan es di Kutub Utara tampaknya telah mencapai tingkat paling rendahnya sepanjang tahun 2008. Laporan ini disampaikan pertengahan September 2008 oleh US National Snow and Ice Data Center.
3. Pada Juli 2007, hawa panas memberikan dampak lebih dahsyat di Syria tepatnya 350 kilometer utara Damaskus. Sebuah gudang senjata api militer meledak setelah terbakar. Peristiwa ini menyebabkan 15 serdadu tewas dan melukai 50 lainnya.
4. Pada Juli 2007, di Yunani dilaporkan suhu udara menembus angka 45 derajat Celcius. Panas yang berlebihan ini menyebabkan kebakaran di beberapa tempat. Tidak hanya melahap hutan, api juga menghabiskan desa. Begitu hebatnya kebakaran itu, sampai-sampai Perdana Menteri Yunani Costas Karamanlis meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu memadamkan api.
5. Panas yang tinggi 41,9 derajat Celcius juga terjadi di Hungaria, Juli 2007. Panas ini menyebabkan 500 orang meninggal dunia di Hungaria.
6. Di Rumania, Juli 2007, suhu udara mencapai 45 derajat Celcius dan menyebabkan 19 ribu warga Rumania masuk rumah sakit karena kepanasan.
7. Di Bulgaria, suhu udara yang mencapai 45 derajat Celcius, Juli 2007, juga menyebabkan kebakaran hutan.
8. Hujan es disertai angin ribut melanda kawasan Laramie, Wyoming, Amerika Serikat, Juli 2007. Kejadian ini menyebabkan sebagian kota terendam air.
9. Banjir terbesar sejak 60 tahun terakhir terjadi di Inggris, Juli 2007. Banjir ini disebabkan naiknya permukaan air sungai Severn dan Thames Inggris.
10. Di Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia, terjadi banjir bandang, Juli 2007. Kejadian ini disebabkan hujan deras selama seminggu sebelumnya. Padahal di Indonesia, Juli merupakan musim kemarau.
11. Pada tahun 2030 jumlah mobil di seluruh dunia akan bertambah sebanyak 50%
12. Dunia mengkomsumsi 2 barel minyak dari setiap barel yang ditemukan
13. Membutuhkan 125 tahun untuk menghasilkan 1 triliun barel minyak-dunia menghabiskan tiap triliunnya hanya dalam 30 tahun
14. Diperkirakan pada tahun 2025 lagi dunia mengkomsumsi minyak 40% lebih banyak dari hari ini
15. Selama 100 tahun terakhir suhu global bertambah panas rata-rata 0,6°C
16. Diprediksikan suhu global pada tahun 2100 bertambah panas sebesar 5,8°C daripada tahun 1990. Keadaan ini membuat bumi semakin panas seperti 50 tahun tahun yang lalu
17. Permukaan air laut naik tiga kali lipat daripada sebelumnya and akan terus meningkat
18. Para ilmuwan memperkirakan permukaan air laut akan naik 19 inci di tahun 2100, meskipun hal itu bisa saja menjadi 37 inci.
19. Sebagian besar suhu di Amerika Serikat telah meningkat sebesar 4°F
20. Tak satupun dari 48 negara bagian di AS yang tidak mengalami peningkatan temperatur pada tahun 2002
21. Sejak dimulai revolusi industri, karbondioksida (gas rumah kaca yang berhubungan dengan perubahan iklim) di atmosfer bertambah 31%.
22. Penyakit seperti malaria diprediksikan tersebar ketika suhu dunia meningkat, dalam kaitan dengan penyebab penyakit malaria yang akan tersebar ke area yang lebih luas.
23. Perhatian saat ini tertuju pada lembaran es di barat Antartika, karena jika roboh/mencair akan meningkatkan permukaan air laut sebanyak 16-20 kaki, walaupun kecil kemungkinan peristiwa tersebut terjadi sebelum tahun 2100.
24. Disamping disebabkan oleh gunung meletus yang memancarkan karbondioksida (CO2), namun juga disebabkan oleh aktivitas manusia yang menambahkan 7 milliar ton karbondioksida ke dalam atmosfer tiap tahunnya.
25. Penemuan energi baru sebagian besar berada di tempat yang sumber energi tersebut sulit untuk digali baik dari segi fisik, teknis, ekonomi, maupun aspek politik.
26. Produksi minyak mengalami penurunan di 33 negara dari 44 negara penghasil minyak terbanyak. Namun permintaan energi mengalami peningkatan di negara-negara yang perekonomiannya sedang tumbuh dan berkembang.
27. Gas dan minyak bumi yang tersedia saat ini mencukupi lebih dari setengah kebutuhan energi dunia. Sedangkan menurut badan energi internasional, pemakaian batubara (yang menghasilkan gas CO2) sebagai sumber energi utama di abad 21 akan terus berlanjut kecuali semuanya itu diganti
28. Badan energi internasional memperkirakan bahwa diperlukan investasi sebesar 16 trilliun dollar dalam 3 dekade untuk memelihara dan memperluas sumber energi
29. Separuh dari kebutuhan minyak dunia terdapat hanya di lima negara.
30. Pertanian dan keanekaragaman hayati akan terkena dampak dari pemanasan global. 10 % dari seluruh jenis tanaman yang ada akan terancam musnah.
31. Usaha mencari sumber energi alternative untuk kendaraan tidak hanya dilakukan perusahaan otomotif. Perusahaan pembuat kapal di Jerman berusaha mengembangkan kapal kargo yang digerakkan tenaga layang-layang raksasa berteknologi tinggi. Uji coba ini berhasil dilakukan pada 5 Desember 2006.
32. Pada tahun 1995, daerah gletser atau salju abadi di Puncak Carstensz Papua telah berkurang sebanyak 70 persen dalam kurun waktu setengah abad. Salju abadi di pegunungan ini adalah satu-satunya yang terdapat di Indonesia yang beriklim tropis.
33. Sebagian wilayah Amerika Serikat mengalami hari paling panas selama seratus tahun terakhir. Salah satu daerah yang mengalami panas menyengat itu adalah Los Angeles. Pada 7 Nopember 2006 suhu udara di wilayah itu mencapai 35 derajat celcius. Begitu panasnya, langit di Hollywood Barat terlihat membara saat matahari terbenam kemarin.
34. Cincin merah di lereng Gunung Lawu, 50 Liter minyak solar untuk tiap 1.5 Ha areal pertanian, sistem irigasi yang tidak berfungsi, air semakin meresap jauh ke dalam tanah, biaya bercocok tanam tidak sebanding dengan hasil panen, pertama dalam sejarah desa sumur penduduk kering dan harus digali lebih dalam lagi dan kekeringan terparah dalam 10 tahun terakhir sudah di depan mata.
Apa itu Perubahan Iklim????
Sadarkah kita bahwa beberapa tahun ini semakin banyak bencana alam yang terjadi dan fenomena-fenomena alam yang kacau? Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Perubahan Iklim dan Pemanasan Global. Apakah pemanasan global dan perubahan iklim itu?
Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan Bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Sedangkan Perubahan Iklim adalah suatu keadaan berubahnya pola iklim dunia. Suatu daerah mungkin mengalami pemanasan, tetapi daerah lain mengalami pendinginan yang tidak wajar. Akibat kacaunya arus dingin dan panas ini maka perubahan iklim juga menciptakan fenomena cuaca yang kacau, termasuk curah hujan yang tidak menentu, aliran panas dan dingin yang ekstrem, arah angin yang berubah drastis, dan sebagainya.
Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan Bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Sedangkan Perubahan Iklim adalah suatu keadaan berubahnya pola iklim dunia. Suatu daerah mungkin mengalami pemanasan, tetapi daerah lain mengalami pendinginan yang tidak wajar. Akibat kacaunya arus dingin dan panas ini maka perubahan iklim juga menciptakan fenomena cuaca yang kacau, termasuk curah hujan yang tidak menentu, aliran panas dan dingin yang ekstrem, arah angin yang berubah drastis, dan sebagainya.
SEKILAS PERUBAHAN IKLIM ATAU CLIMATE CHANGE
Biasanya istilah Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim digunakan untuk menggambarkan masalah yang sama. Namun, sesungguhnya istilah-istilah tersebut lebih menunjukkan hubungan sebab akibat.
Efek rumah kaca adalah penyebab, sementara pemanasan global dan perubahan iklim adalah akibat. Efek rumah kaca menyebabkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer, yang kemudian akan mempengaruhi sistem global. Hal ini bisa menyebabkan naiknya temperatur rata-rata bumi yang kemudian dikenal dengan pemanasan global.
Efek rumah kaca adalah terjadinya akumulasi panas di dalam atmosfer bumi yang disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari yang seharusnya dipantulkan ke luar atmosfer. Terperangkapnya sinar matahari ini disebabkan semakin banyaknya gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi.
Gas-gas rumah kaca banyak macamnya. Namun yang paling banyak prosentasenya di atmosfer bumi adalah gas karbondioksida (CO2). Gas lainnya yang banyak berada di atmosfer bumi adalah gas dinitrooksida dan gas metana.
Pemanasan global pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan iklim, atau tepatnya perubahan beberapa variabel iklim seperti suhu udara, curah hujan dan musim.
Perubahan iklim menyebabkan mencairnya es dan gletser di seluruh dunia, terutama di Kutub Utara dan Selatan. Diketahui bahwa es yang menyelimuti permukaan bumi telah berkurang lebih dari 10% sejak tahun 1960. Sementara ketebalan es di Kutub Utara telah berkurang 42% dalam 40 tahun terakhir (Fred Pearce, 2001).
Selain itu, perubahan iklim juga menyebabkan terjadinya pergeseran musim, dimana musim kemarau akan berkangsung lama sehingga menimbulkan bencana kekeringan dan penggurunan. Bencana ini mulai dapat dijumpai dengan mudah di beberapa daerah di Indonesia. Sementara itu, para ilmuwan juga memperkirakan bahwa kekeringan akan melanda Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Australia.
Dampak perubahan iklim yang lainnya adalah meningkatnya permukaan air laut. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), panel ahli untuk isu perubahan iklim, dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10-25 cm. Sementara itu diperkirakan bahwa pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 15-95 cm (Green Peace, 1998).
Selain dampak-dampak diatas, perubahan iklim juga akan menyebabkan terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih, meluasnya penyebaran penyakit tropis seperti malaria, demam berdarah dan diare, kabekaran hutan, serta hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi.
Banyak tindakan yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk mencegah terjadinya perubahan iklim. Diantaranya berjalan kaki atau bersepeda pancal jika jarak tempuh dekat, yang tentunya akan mengurangi polusi udara yang dihasilkan. Bisa juga dengan mematikan listrik jika tidak digunakan, karena dapat mengurangi emisi gas karbon yang dihasilkan.
Tindakan-tindakan lainnya yang bisa dilakukan untuk mencegah pemanasan global seperti membeli produk-produk ramah lingkungan, memanfaatkan lahan kosong untuk pepohonan, membeli produk dengan sedikit kemasan, menggunakan transportasi umum dari pada kendaraan pribadi, membawa botol minuman sendiri saat pergi sekolah atau bermain, menggunakan lampu TL / neon dari pada lampu pijar karena lebih hemat energi dan rajin menservis kendaraan bermotor untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan.
Efek rumah kaca adalah penyebab, sementara pemanasan global dan perubahan iklim adalah akibat. Efek rumah kaca menyebabkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer, yang kemudian akan mempengaruhi sistem global. Hal ini bisa menyebabkan naiknya temperatur rata-rata bumi yang kemudian dikenal dengan pemanasan global.
Efek rumah kaca adalah terjadinya akumulasi panas di dalam atmosfer bumi yang disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari yang seharusnya dipantulkan ke luar atmosfer. Terperangkapnya sinar matahari ini disebabkan semakin banyaknya gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi.
Gas-gas rumah kaca banyak macamnya. Namun yang paling banyak prosentasenya di atmosfer bumi adalah gas karbondioksida (CO2). Gas lainnya yang banyak berada di atmosfer bumi adalah gas dinitrooksida dan gas metana.
Pemanasan global pada akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan iklim, atau tepatnya perubahan beberapa variabel iklim seperti suhu udara, curah hujan dan musim.
Perubahan iklim menyebabkan mencairnya es dan gletser di seluruh dunia, terutama di Kutub Utara dan Selatan. Diketahui bahwa es yang menyelimuti permukaan bumi telah berkurang lebih dari 10% sejak tahun 1960. Sementara ketebalan es di Kutub Utara telah berkurang 42% dalam 40 tahun terakhir (Fred Pearce, 2001).
Selain itu, perubahan iklim juga menyebabkan terjadinya pergeseran musim, dimana musim kemarau akan berkangsung lama sehingga menimbulkan bencana kekeringan dan penggurunan. Bencana ini mulai dapat dijumpai dengan mudah di beberapa daerah di Indonesia. Sementara itu, para ilmuwan juga memperkirakan bahwa kekeringan akan melanda Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Australia.
Dampak perubahan iklim yang lainnya adalah meningkatnya permukaan air laut. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), panel ahli untuk isu perubahan iklim, dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10-25 cm. Sementara itu diperkirakan bahwa pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 15-95 cm (Green Peace, 1998).
Selain dampak-dampak diatas, perubahan iklim juga akan menyebabkan terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih, meluasnya penyebaran penyakit tropis seperti malaria, demam berdarah dan diare, kabekaran hutan, serta hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi.
Banyak tindakan yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk mencegah terjadinya perubahan iklim. Diantaranya berjalan kaki atau bersepeda pancal jika jarak tempuh dekat, yang tentunya akan mengurangi polusi udara yang dihasilkan. Bisa juga dengan mematikan listrik jika tidak digunakan, karena dapat mengurangi emisi gas karbon yang dihasilkan.
Tindakan-tindakan lainnya yang bisa dilakukan untuk mencegah pemanasan global seperti membeli produk-produk ramah lingkungan, memanfaatkan lahan kosong untuk pepohonan, membeli produk dengan sedikit kemasan, menggunakan transportasi umum dari pada kendaraan pribadi, membawa botol minuman sendiri saat pergi sekolah atau bermain, menggunakan lampu TL / neon dari pada lampu pijar karena lebih hemat energi dan rajin menservis kendaraan bermotor untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan.
daya serap pohon terhadap karbon dioksida
Daya Serap Pohon Terhadap Karbondioksida
Pohon atau tanaman menjadi satu-satunya makhluk hidup dan bahkan alat yang dapat menyerap gas karbondioksida untuk diubah menjadi oksigen. Seperti diketahui, karbondioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang prosentasenya terbesar di atmosfer bumi.
Tapi, tahukah kita seberapa efektifkah jenis-jenis pohon tertentu menyerap karbondioksida?
Berikut ini adalah daya serap beberapa jenis pohon terhadap karbondioksida.No. Nama Lokal Nama Ilmiah
Daya serap CO2
(kg/pohon/tahun)
1. Trembesi Samanea saman 28.488,39
2. Cassia Cassia sp 5.295,47
3. Kenanga Canangium odoratum 756,59
4. Pingku Dysoxylum excelsum 720,49
5. Beringin Ficus benyamina 535,90
6. Kirai payung Fellicium decipiens 404,83
7. Matoa Pometia pinnata 329,76
8. Mahoni Swettiana mahagoni 295,73
9. Saga Adenanthera pavoniana 221,18
10. Bungur Lagerstroemia speciosa 160,14
11. Jati Tectona grandis 135,27
12. Nangka Arthocarpus heterophyllus 126,51
13. Johar Cassia grandis 116,25
14. Sirsak Annona muricata 75,29
15. Puspa Schima wallichii 63,31
16. Akasia Acacia auriculiformis 48,68
17. Flamboyan Delonix regia 42,20
18. Sawo kecik Manilkara kauki 36,19
19 Tanjung Mimusops elengi 34,29
20 Bunga merak Caesalpinia pulcherrima 30,95
21. Sempur Dilenia retusa 24,24
22. Khaya Khaya anthotheca 21,90
23. Merbau pantai Intsia bijuga 19,25
24. Akasia Acacia mangium 15,19
25. Angsana Pterocarpus indicus 11,12
26. Asam kranji Pithecelobium dulce 8,48
27. Saputangan Maniltoa grandiflora 8,26
28. Dadap merah Erythrina cristagalli 4,55
29. Rambutan Nephelium lappaceum 2,19
30. Asam Tamarindus indica 1,49
31. Kempas Coompasia excelsa 0,20
Pohon atau tanaman menjadi satu-satunya makhluk hidup dan bahkan alat yang dapat menyerap gas karbondioksida untuk diubah menjadi oksigen. Seperti diketahui, karbondioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang prosentasenya terbesar di atmosfer bumi.
Tapi, tahukah kita seberapa efektifkah jenis-jenis pohon tertentu menyerap karbondioksida?
Berikut ini adalah daya serap beberapa jenis pohon terhadap karbondioksida.No. Nama Lokal Nama Ilmiah
Daya serap CO2
(kg/pohon/tahun)
1. Trembesi Samanea saman 28.488,39
2. Cassia Cassia sp 5.295,47
3. Kenanga Canangium odoratum 756,59
4. Pingku Dysoxylum excelsum 720,49
5. Beringin Ficus benyamina 535,90
6. Kirai payung Fellicium decipiens 404,83
7. Matoa Pometia pinnata 329,76
8. Mahoni Swettiana mahagoni 295,73
9. Saga Adenanthera pavoniana 221,18
10. Bungur Lagerstroemia speciosa 160,14
11. Jati Tectona grandis 135,27
12. Nangka Arthocarpus heterophyllus 126,51
13. Johar Cassia grandis 116,25
14. Sirsak Annona muricata 75,29
15. Puspa Schima wallichii 63,31
16. Akasia Acacia auriculiformis 48,68
17. Flamboyan Delonix regia 42,20
18. Sawo kecik Manilkara kauki 36,19
19 Tanjung Mimusops elengi 34,29
20 Bunga merak Caesalpinia pulcherrima 30,95
21. Sempur Dilenia retusa 24,24
22. Khaya Khaya anthotheca 21,90
23. Merbau pantai Intsia bijuga 19,25
24. Akasia Acacia mangium 15,19
25. Angsana Pterocarpus indicus 11,12
26. Asam kranji Pithecelobium dulce 8,48
27. Saputangan Maniltoa grandiflora 8,26
28. Dadap merah Erythrina cristagalli 4,55
29. Rambutan Nephelium lappaceum 2,19
30. Asam Tamarindus indica 1,49
31. Kempas Coompasia excelsa 0,20
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 72 kali dari molekul CO2. Molekul N2O bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 296 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 72 kali dari molekul CO2. Molekul N2O bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 296 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8). Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kelahiran Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA · Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA. · Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA. 2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA. Gerakan Pramuka Diperkenalkan Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari. Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka....
SALAM PRAMUKA!
SALAM PRAMUKA!
Langganan:
Postingan (Atom)